Kamis, 25 April 2013

WAWASAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


By on 23.23

Pengertian Bisnis dan Perusahaan

Perusahaan diartikan sebagai sebuah organisasi yang memproses perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang atau jasa yang diperuntukan bagi pemuasan kebutuhan para pembeli, serta diharapkan akan memberikan laba kepada para pemiliknya.
Bisnis diartikan sebagai seluruh kegiataan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dalam rangka memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.
Studi kelayakan bisnis vs studi kelayakan proyek
Perbedaan yang bersifat mendasar adalah bahwa kegiatan operasional rutin didasarkan pada suatu konsep yang mendayagunkan sistem yang telah ada, apakah berbentuk pabrik, gedung atau fasilitas yang lain, secara seterus menerus secara berulang-ulang.

Perbedaan Proyek dan bisnis

Studi kelayakan proyek merupaka penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek dibangun untuk jangka waktu tertentu.
Studi kelayakan bisnis merupakan merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak layak bisnis dibangun, tetapi juga pada saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yanng maksimal.

Perkembangan Bisnis jasa

Lingkungan bisnis jasa saat ini akan menghadirkan sejumlah implikasi penting terhadap perkembangan bisnis jasa kedepan, misalnya :

Akan terjadi inovasi jasa 
 Misalnya seperti saat ini dengan  munculnya belanja barang melalui internet. Sistem seperti ini beberapa waktu lampau belum ada, khususnya yang ada di Indonesia. 

Makin meningkatnya partisipasi konsumen terhadap jasa  
Misalnya bahwa konsumen mulai mencari-cari sendiri berita-berita yang dibutuhkan dan tersedia di internet, sehingga peran surat kabar menjadi berkurang. 
 
Makin meningkatnya kandungan jasa pada barang-baran
Misalnya barang konsumsi seperti radio yang pengoperasiannya lebih midah, atau bauran aktivitas ditempat rekreasi.

Perbedaan barang dan jasa

Barang dan jasa memiliki karakteristik dalam hal-hal : intangbilitas,keberagaman,simultanitas   produksi dan konsumsi jasa, serta kerentanan.

Intangbilitas
Jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, dicicipi atau disentuh, oleh karena itu jasa tidak dapat disimpan, akibatnya fluktuasi permintaan jasa sulit untuk dikendalikan 

 Keberagaman
Jasa bersifat kinerja dimana setiap karyawan berbeda-beda dalam kinerja padahal konsumen berkehendak bahwa kinerja tersebut konsisten

Kerentanana
Jasa tidak dapat disimpan, dijual lagi atau dikembalikan.

Pihak-pihak yang membutuhk an laporan studi kelayakan bisnis yaitu :
1.      Pihak investor
Misalnya dengan mencari investor atau pemilik modal yang mau turut serta menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan itu.sudah tentu pihak investor akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat karena calon investor mempunyai kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang akan ditanamnya.
2.      Pihak kreditor
Misalnya bank, pihak bank sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak, perlu mengkaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas
3.      Pihak manajemen perusahaan
Pihak manajemen harus mempelajari studi kelayakan itu, misalnya dalam hal pendanaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan nilai investor dan kreditor.
4.      Pihak pemerintah dan masyarakat
Kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimana pun pemerintah dapat, secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebijakan perusahaan. Contohnya penghematan devisa daerah, penggalakan ekspor nonmigas dan pemakaian tenaga kerja massal
5.      Bagi tujuan pembangunan ekonomi
Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetauhui biaya dan manfaat tersebut antara lain ditinjau dari aspek rencana pembangunan nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai investasi per tenaga, pengaruh sosial, serta analisis pemanfaatan dan beban sosial.

TAHAPAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

Penemuaan ide. Produk yang akan dibuat haruslah bepotensi untuk laku dijual dan menguntungkan. Untuk menghasilkan ide proyek tadi, perlu dilakukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai. Jika terdapat ide proyek lebih dari satu, maka yang dipilih oleh pengambil keputusan biasanya tergantung pada 3 faktor, pertama, ide proyek cocok dengan kata hati-nya, kedua, pengambil keputusan akan mampu melibatkan ciri dan semuanya. Ketiga, keyakinan akan kemampuan proyek untuk menghasilkan laba.

Tahap penelitian. Dumulai dengan mengumpulkan data, lalu mengolah data berdasarkan teori-teori yang relevan, menganalisis dan meninterprestasikan hasil pengolahan data dengan alat-alat analisis yang sesuai menyimpulkan hasil sampai pada pekerjaan membuat laporan hasil penelitian tersebut.
   
 Tahap evaluasi.ada tiga macam evaluasi. Pertama, mengevaluasi usulan proyek yang akan didirikan. Kedua, mengevaluasi proyek yang sedang dibangun. Ketiga, mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin.
      
Tahap pengurutan usulan yang layak. Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dinggap layak dan terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua rencana bisnis tersebut, misalnya keterbatasan dana, maka perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang dianggap paling penting direalisasikan
       
Tahap rencana pelaksanaan. Setelah rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencana kerja, perencanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasikan tenaga pelaksanaan, ketersediaan dana dan sumber daya lain, kesiapan manajemen dan lain-lain.

Tahap pelaksanaan.jika proyek selesai dikerjakan tahap berikutnya adalah melaksanakan operasional bisnis ini secar rutin.

ETIKA DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS

1.      Etika penelitian pada responden
Dalam melakukan pengumpulan data, lindungi hak-hak responden, misalnya responden tidak akan merasa dirugikan baik fisik mauapun mental.
2.      Etika penelitian pada klien
Dalam suatu studi kelayakan bisnis klien juga perlu memperhatikan karena klien mempunyai hak atas penelitian yang dilaksanakan secara etis
3.      Etika penelitian pada asisten
Tidak etis jika menugaskan seorang asisten untuk melakukan sesuatu, misalnya melakukan wawancara langsung disuatu tempat yang kurang aman sehingga bisa terjadi terancam secara fisik
4.      Etika klien
Suatu kelayakan bisnis diminta oleh kliennya untuk mengubah data, mengartikan data dari segi yang mengutungkan, menghilangkan bagian-bagian dari hasil analisis data yang dianggap menrugikannya dan sebagainya.

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 komentar:

Poskan Komentar